BBM Remove Invite Remove Invite: Ketika Cinta Harus Sembunyi

Cinta tak mengenal tempat, tak mengenal waktu, tak mengenal usia. Ketika cinta bertumbuh pada kalangan mereka yang sudah memiliki pasangan resmi secara hukum, maka cinta tetap berkembang secara sembunyi-sembunyi.

Cinta tak mengenal lokasi galau, lokasi senang, lokasi sedih. Jika cinta datang dalam bentuk galau, maka terjadilah apa yang biasa terjadi pada orang galau. Agak linglung agak bingung. Cinta adalah sesuatu yang spiritual dan dalam, sehingga tak nampak kecuali bagi si penerima dan pengirim cinta, bagi yang sensitif mungkin dapat menangkap dari mata, dari gerak-gerik.

Cinta yang tersembunyi tetap dapat hidup, karena memang sejatinya cinta adalah menghidupi, ia mungkin tak tampak seperti matahari siang atau batu-batuan konkrit, namun cinta mampu menggerakan manusia untuk menjadi jenius yang sangat, namun sekaligus seorang bodoh yang lucu.

Cinta tak peduli umurmu berapa, jika kamu telah diserbu cinta, kamu tak bisa mengelak. Yang paling mungkin adalah menyembunyikan sedalam mungkin dan hanya pada ia yang terkasih yang tahu tentang rasa terdalam, harapan terdalam, mimpi terdalam terhadap kekasih yang disembunyikan.

Cinta yang disebunyikan sering disebut sebagai hubungan gelap, padahal tidak gelap. Citna selalu menerangi, membawa kegembiraan. Ia mungkin bersembuyi pada orang lain, orang banyak, tapi tidak pada kekasih. Invite remove invite remove pin BBM adalah cara sembunyi itu. FB account berdua, hanya berdua saja. Twitter rahasia. Semua rahasia, namun siapapun pencinta yang bersembunyi mereka mendapatkan berkah cinta, berkah kasih sayang dan cita-cita bahagia bersama sang kekasih.

Berapa lama cinta bersembunyi, tak ada yang tahu. Berapa lama persembunyian bertahan, tak ada yang tahu. Bagaimanapun cinta bukan untuk diketahui, tetapi dipahami, dimaknai dan dirasakan sebagai berkah yang membahagiakan, siapapun dia yang diterpa spirit cinta.
@umilasminah
@se

Love is Sacred

Love is sacred

It has to be true

It has to be honest

It has to be what they are

Love is continuity of beauty of God or Goddess

Love is One, I embraced everytime I think of you

Cintaku Menjadi

Lalu cintaku menjadi. Bentuk batu batu dalam gugusan teratur. Dan pasir sepanjang pantai. Putih hitam abadi melekat dibibir daratan. Diantara pepohonan kelapa dan bakau. Diantara rerumputan dan dedaunan.
cintaku menjadi
kuharap tadi
kuharap nanti
bersamamu lagi.
26 Juli 2015

Aku Menerimamu Apa Adanya II

Aku mengenalmu untuk menerimamu, sepenuhnya. Sepenuh diriku menerima, sepenuh mampumu memberi. Aku mengenalmu tanpa tahu siapa dirimu, masalalumu, dukamu, lukamu, kejayaanmu, prestasimu. Lalu aku mengenalmu dan aku jatuh hati padamu, menyayangimu, mencintaimu.

Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, terlalu selektif, namun ketika sudah memilih aku akan patuh pada pilihanku, pada keputusanku apapun itu. Kesetiaan adalah aku. Aku setia pada diriku, pada nilai baik yang kuyakini, pada nilai baik yang dijalankan orang lain, pada semua kebaikanNya. Aku setia pada nuraniku, pada hatiku, terakhir pada pikiranku. Pikiranku inilah yang membawaku padamu. Memintaku terus menerus menelusurimu, ternyata hanya untuk kembali memupuk rasa cintaku, rasa ingin membahagiakanmu. Mengapa? Aku tak tahu apa yang terjadi saat pertemuan pertama lalu. Namun sesudah itu, aku begitu terbawa arus besar, dahsyat, kebaikan dan sedikit ‘keburukan’ baru aku lakukan.

Yang terbaik adalah, aku menemukan kebaikan yang dapat aku perbuat pada titik terentu. Titik langka, yaitu aku berbuat baik manakala aku sedang dalam lingkup perasaan kecewa. Jadi ketika aku mulai merasakan tanda-tanda akan kecewa, maka aku serta merta berpikir untuk berbuat baik, terutama membuat orang lain senang. Siapapun. Orang tak dikenal, teman sahabat. Mungkin sebenarnya dulu pernah aku lakukan, yaitu ketika aku patahati, aku sering makan-makan dan mentraktir orang sambil menonton musik live. Itu artinya saat kecewa menyenangkan diri dan orang lain. Namun kali ini lebih substansi lagi, terutama manakala aku kecewanya karena ditolak bertemu olehmu, lalu aku membelikan buku dan memberikan sesuatu yang diinginkan sedulur dalam organisasi. Lain waktu aku sangat kecewa karena tidak diterima oleh suatu tim yang aku akan bergabung. Ketika dalam rasa kecewa yang mendalam, aku melakukan sesuatu, memberi yang telah kurencanakan sejak lama, donor darah. Aku pernah donor darah beberapa kali, namun ternyata kali saat ini terwujdukan.

Sesudah itu, jika aku dalam kondisi kecewa, berusaha melakukan sesuatu yang menyenangkan orang, atau berbuat baik. Apa saja bisa kecil bisa besar. Termasuk memberi pengamen uang lebih, atau membelikan oleh-oleh untuk Ibu Bapak di rumah, atau sekedar membeli makanan buat tukang ojek atau satpam. Namun ini bukan berarti aku berbuat baik hanya saat kecewa, melainkan berbuat dan menyenangkan orang adalah obat kecewa.

Ada hal buruk yang seumur aku jatuhati tak pernaj aku lakukan, yaitu memaksa pikiran dan perasaan mengucapakan berkali-kali, “kau tidak sayang padaku’ terus dan terus sampai hatiku datar dan semua normal. Normal artinya ketika aku dalam posisi tidak ada seorang pun yang aku inginkan bersamanya ‘jomblo hati”. Kondisi menerapkan kata-kata ini hanya berlangsung 2 minggu, tak lama. Aku hanya menemukan suatu hal lain dalam perjalanan mencintaimu.

Aku menemukan ada kerusakan pada HPku lagi manakala aku dalam kondisi gembira mencintaimu. Ah lalu kubilang pada alat yang memakai bahanbakar listrik itu, bahwa aku tak bermaksud buruk, tak seperti dulu…aku ingin baik, ingin baik buat semua sesuai kehendakNya.

Aku telah memilihmu, aku dipilihkanNya, entah untuk berapa lama. Kemarin aku berjanji pada diriku untuk mencintaimu selamanya, hampir tak pernah rasanya aku berkata selamanya forever sayang dan cinta. for good. Seperti lagu Krisdayanti “Mencintaimu” seumur hidupku, selamanya…hahaha Ya aku ingin mencintaimu apa adanya dirimu, kau bukan malaikat, bukan durjana, kau manusia aku manusia, kita berdua seringkali menuliskan atau mengambarkan hal yang sama, padahal kita tak pernah berbicara tentang subjek tersebut. Seperti awan dan ungkapan always never the same, dinamis manusia…Entahlah.

Aku dulu ketika mengenalmu ingin bertukar tempat dan masa, karena aku membayangkan pada masa-masa dukamu itu aku sedang apa….ah membuatku sedih, itu dulu.

Aku sekarang lebih suka memikirkan tawamu, caramu menyibakkan rambut. Cuddle. Clingy. Aku lebih suka mengingat ketika kita bertemu setelah hari raya. Ketika aku mengagetkanmu di antara keramaian manusia, lalu kau tertawa, suara tawamu terdengar seperti anak-anak. Saat itu juga aku tahu tentang penyakitmu. Duh. Saat itu, tempat itu aku menerimamu, menyayangimu dan ragaku mengalami reaksi yang telah lama tidak kualami…

Kini aku menerimamu apa adanya, apa yang pernah kuberikan padamu adalah milikmu, apa yang belum dan tidak kau berikan padaku bukanlah milikku. Harapan kita bahagia akan selalu menjadi milikku. Jika kau turut memenuhi harapanku, berkah selalu padamu.

Semoga kamu baik-baik saja, bahagia, tak ada lagi kegelisahan dan kecemasa, semoga kamu sukses, dijauhkan dari orang jahat, orang yang memanfaatkanmu, orang yang pura-pura. Semoga dengan cinta dan kasih, serta kerja  yang telah kau taburkan sepanjang hidupmu bagi banyak orang akan membuatmu lebih bahagia sebagai manusia lahir dan batin. Kalau boleh aku meminta, aku ikut menjadi bahagian yang membahagiakanmu, walau hanya membuatmu tersenyum. Sungguh. @umilasminah

Cinta Kembali

Aku mencintaimu lagi
cara baru
Gaya baru
Model baru
Pelajaran baru

serba baru diriku
kuharap jua dirimu

berdua kita
nikmati kebaruan
bersih jika bukan suci
dan hakiki

jadi sejati
semoga abadi

Keinginan Saling Beroposisi

itulah aku pikiranku dan hatiku
Saling beroposisi
saling bertentangan
Hatiku sayang padamu
Pikiranku dia tidak peduli padaku
Hatiku ingin segera bertemu dengannya
Pikiranku dia tak ingin ditemui
Dan aku terombang ambing
Di antara cinta harapan dan penghinaan serta penolakan

sampai kapan
aku tak pernah tahu
aku berdoa agar segera saja dia pergi
dari pikiran dan hatiku
seperti dia meninggalkanku

amin
amin

Hari ini, hari tadi
Kita bertukar kata selamat tinggal
Teks pada surat
Tak ada suara
Tak ada tatapan dan ucapan
Teks saja

Pertamakali kutulis selamat tinggal
Pertamakali kautulis selamat tinggal

Hari ini, hari tadi
Kuharap aku terbebas
Dari dirimu
Dari rinduku padamu
Agar aku lega
Dan aku percaya
Semua yang terjadi
Adalah jalanNya
Karena kemarin aku meminta
Hari ini terjawab

Lagu-lagu

bukan satu dua lagu
banyak nyanyian dan musik
ingatkan aku padamu
musik dari masalalu nun jauh
musik masa kini nan dekat
lagu-lagu itu
gema rasaku padamu

Jelang Pagi

Setiap hari selalu berarti. Nafas kita. Perjalanan kita. Pertemuan dan perpisahan. Harapan, Doa dan Kenyataan.
Hari ini pun begitu. Seperti hari-hari lalu, tak pernah sama tak juga berbeda. Aku masih merasakan 24 jam yang sama. Tidak cepat, tidak melambat.
Namun ada yang khusus dalam beberapa hari ini dibanding dari hari-hari terdahulu nan jauh. Beberapa hari ini warna-warna hari cenderung abu-abu. Terutama saat malam hari. Mungkin seperti gelapnya malam tanpa matahari, warna lain enggan menampakkan diri. Malu sehingga perlu dibantu lampu listrik.
Abu-abu itu adalah tidak hitam tidak putih. Ia bukan warna asli. Percampuran yang jati. hitam dan putih. Bukankah kita semua manusia tidak pernah memiliki satu warna hidup. Putih saja atau hitam saja. Pada keduanya kita menjadi, menjati. yin dan yang. keduanya ada. Namun demi kemuliaan manusia hitam bisa merah, putih tetap putih. jadilah merah putih. Dasar hidup manusia. Merah darah menstruasi dan putih air mani. Pertanda kehidupan, kesuburan dan kesucian yang abadi.
Dini hari adalah pertengahan hari. Sore dan senja sesungguhnya awal hari. Jelang senja langit berwarna jingga, jelang pagi langit berwarna jingga. Abu-abu dalam arti bukan siang yang terang karena matahari bukan gelap malam yang tanpa bulan.
jelang pagi aku menuliskan ini. ketika mata sulit terpejam hati dan pikiran tak bisa dipaksa diam.
jelang pagi pikiranku mengembara, hatiku menetap. di antara semua bunyi sunyi bukanlah kesepian. bukan pula keputus asaan. aku sedang menjalankan perintahNya menuliskan ini sebagai tanda hidup, sebagai garis harap, sebagai langkah mengikuti jalur titian inspirasi yang hadir karena manusia, karena cinta.
aku akan terus meniti jalan ini, menuliskan lagi, membaca ulang, merevisi dan terus-terus menjaga harapan, mewujudkan mimpi dengan determinasi seakan semua pasti.

Rindu Tinggi

Rinduku masih tinggi

Seperti harga dollar hari ini

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 971 other followers