Pada Suatu Waktu

Pada suatu waktu menjalang musim kemarau. Aku bertemu seorang yang terluka bathinya. Aku tak menyangka bahwa pertemuan itu adalah pertemuan yang kemudian membuat aku juga terluka dikemudian hari.
Bagaimanapun hingga saat ini aku belum sanggup membaca apa yang akan terjadi pada diriku di masa depan, sehingga antisipasi pun tak ada.
Aku hanya seorang dengan segudang keingin tahuan, sekapal energi, dan tak terbatas daya lainnya.
Pertemuanku dengannya bukan sesuatu yang direncanakan juga bukan tidak direncanakan. Pertemuan yang terjadi adalah kombinasi segala hal yang pernah terjadi, yang kualami, kuingat. Ya kejadian masalalu, selalu saja, ada nama-nama yang tepatri karena didengar oleh Hati lalu mewujud hidup dan hadir dihadapan.
Pada waktu itu, aku mengalami hal yang sering kualami bila jatuh cinta. Selalu hot, selalu antusias, kadangkala melaju memburu. Mengingatnya tak pernah terhenti. Mungkin dia juga mengingatnya.

Pada suatu waktu itu, suatu hari yang dapat dihitung dengan jari. Aku masuk menyusup ke relung jiwa, lewat cerita.

Paa suatu waktu itu, beberapa hari saja, namun mampu menyita bathin dan pikiranku untuk waktu yang lama, hingga kini.

Pada suatu waktu itu, aku hidup untuk menghidupi rasa cinta dan sayang dengan segala daya upaya.

Pada suatu waktu itu, aku berharap balasan yang manusiawi yang baikhati. Tapi mungkin bukan jatahku menerima darinya kebaikan, sayang dan cinta yang kuharapkan.

Waktu itu sudah lewat jauh, biarlah menjadi kenangan berarti bahwa manusia selalu butuh intimacy, butuh berhubungan dengan manusia lain dengan cinta dan harapan.

—nov-2016, maret 2017

Love is Loyal Driver

I dont have a car but a driver
Loyal driver
Inside me, beside me
Take me to many places Ive never been
Bring out the best in me
Create recreate program of future plans
The driver is like any driver
Need boost, spirit and wages
Have to fullfil on and on
Ro be ready anytime, in need
Me myself and who beside me
We sometimes go where we like to go
Finding a new experience, a new moment
This Loyal driver is Love

I hope you found a drive like mine
A Loyal driver is Love

@umilasminah

3November2015

Nyanyian Diam

senandung rindu alunan diam
hati terdalam, arah lamunan
mengendap mimpi
merasa harap

senandung rindu meminjam melodi
musisi penyanyi

 

lagu-lagu rindu

terimakasi

And You Sent Me A Smile

And you sent me a smile

And I send you a smile and rotl back…

My whole world is become brighter
Your effect in me always the same
Make me more happy…

🙂

ThankYou

L..

 

 

Love is Never Enough

Love is never enough
Not today, tomorrow the day after tomorrow
Love is alive in itself, in life
Love is blood in my veins, yours and many other

Love is never enough
But an act of love is a true definition of Life
Love is rational act, long before I knew the meaning
I quoted from movie “Tuesday with Morrie”..of Hank Azaria and Jack Lemmon
Love is Never Enough

Tulisan Rasa

sudah lama tidak menumpahkan rasa pada screen, pada aliran optik yang melaju dalam pixel, melampuai udara dan samudera, yang tertambat, menyerap diri pada dalam teks-teks yang bersuara lirih hampir sedih
hari ini menulis lagi karena banyak hal membuatku tak tenang hampir berang
malam lewat tanpa mata terpejam, lelah tak dirasa
riuh hati dan pikiran hampir serasa membentuk bola gulungan benang, putih, hitam, merah lalu menggumpal…menjadi
ah tak apa toh akhirnya usai juga lewat juga semua
politik, orang-orang terkasih, keluarga dan suasana di luar sana akan tidak tetap
semua tidak tetap, pun suasana yang mendorongku menulis ini

tulisan rasa, selalu menjiwai kata-kata dalam teks-teks yang kadang menjadi jembatan, kadang menjadi tembok
tulisanku adalah gerak jemari yang tunduk pada perintah pikiran, namun hati yang memberi energi
hatiku sedang merindu, sekaligus mengeluh, lelah dan jauh dari sekedar gundah
tulisan ini adalah tulisan rasa
yang terjadi pada konteks waktu detik ini, saat ini
setelah kutulis mungkin jejak rasanya masih ada, atau hilang sama sekali

berhubung lebih banyak tidak nyamannya kuharap segera musnah rasa yang menemani tulisan ini…kecuali rindu pada suatu yang indah 🙂

Aku Tak Ingat, Selalu Merasa

Aku tak ingat tuliskan rasa biruku
Aku ingat birumu
Birumu bukan lagi sendu
Birumu masih sedikit lugu
Birumu lautan luas, luasan langit

Aku tak ingat tuliskan birumu
Dan akupun biru
Akar padaku, padamu
Rindu, biruku goresan Starry Night
Kini diantara semua biru dan rindu
Aku melaju,dalam tunggu tak lagi memburu
Aku biarkan saja waktu
Lalukan aku dan kamu
Dalam naungan alam, dan cintaNya

Aku tak ingat, selalu Merasa

lovecare

You Are to Me

How Beautiful is my country
I cannot comphehend myself
To reach, embrace all the beauty’s posseses
Especially with you in itvan-gogh-starry-nights1.jpg
I barely wonder when and where
We might mingle
Between trees, river, flowers and butterfly
As we inhale the Nature’s love
For their Love is unpredictible and countless

How lovely is the sound
The rain, the waterfall
I cannot claimed it all
And feel it in whole moment
Mytime is limited and their presence infinity

And you are
The treasure, the gift
For very short moment
But cherish as a lifetime

Coz memory remain
Permanent beauty series of moment
Any second moment
Fail to vanish
As You are

#LoveCare

Kehidupan Baru

Sudah lama tidak menulis. Pikiran dan perasaan tersita pada kehidupan baru. Keluarga tanpa orang tua laki-laki Mama’ (Bapak). Kini dengan Ibu, dan keponakan.
Betapa aku beruntung bisa merasakan kasih sayang Bapak cukup lama, hingga usia dewasa kini.
Orang Tua seberapapun usia anaknya, tetaplah Anak. Karena memang anaknya. Kecemasan dan kekhawatiran orang tua hampir tak ada batasnya. Batasannya hanya Keikhlasan dan Kepercayaan pada Yang Maha Kuasa, sang Pemberi Hidup.
Kehidupan baru selalu terkait dengan waktu. Baru dan Lama adalah identifikasi yang melekat pada waktu dan relatif.
Kini hidup keseharian tanpa Bapakku secara fisik. Beliau telah mangkat.
Aku kini mewarisi tanggung jawab saling menjaga Keluarga, keturunan, saudara dan kerabat.
Semoga mendapat Berkah dan RestuNya dan Kebaruan suasana, kondisi dan situasi ini.
Semoga bahagia dan sehat semuanya sampai tiba waktunya.

Ever Broken

me-and-my-broken-heartHave you had a broken heart? Have you ever feel so unloved by the particular person and questioning why, why God treated you the way you’ve been treat? Have you ever been double broken, by the same person? Have you ever tried, try to understand the meaning of your journey? Have you found the meaning?  I have had all of those things.  And the meaning, maybes God’s have purpose to me to other person.

God chosen me, and chosen particular person to have me as they have me. We have our realm. One way or another. In this real and virtual world. We mingled. We try to connect our soul. Yet I’m trying and trying, but you out of nowhere. Cannot be found by me, hide, far and close. Created big wall that only you can crush in cause the wall have the door, have the key. Only you have the key. The Key is Truth, quote from  Missy Higgins lyrics “That lies will lock you up with truth the only key.”

I have had many broken hearts. Heart broken are exceeded of love and ‘unlove’.  Unlike body, when your heart broken, it is only you that can feel it. Can understand it. Even only you and Love that can Cure You. Yes the broken heart, the medicine is only Love.

I have again let my heart broken, yet these days is rather different. I have little sadness, but big anger. To you, to myself. I have felt my huge hurt of broken heart feeling, as it has happened in August 2015, and all I could do was mend my broken heart by always doing good, continue love you, and continue giving and sharing.

And now, I embrace my broken heart. I accept what you wish for me as you told me. Whether it is your true truth I don’t know. But you’ve said it clear.  You want Privacy, Distance, boundary, Mind Your Own Business.  If all those what you really want, you have it all.

I wish you would never damage again, what I have preserved by loving you. ‘this is your day after all’