Loving Heart

I have a heart, like you and you, and you of all people. A heart so close to soul that sometimes it so close the soul blurred by its circumstances. This heart of mine is one, but has lot of space for people to enter. Most of my lifetime the heart has bring me to greatest ecstasy. When One capture my heart, it almost like forever be in there. Yet my heart often bruised. Cos when the heart sincerely love someone, the brain always took a chance to act on it. It brain is passionate, enthusiast so seem like always in hush.

When I love someone dearly, they occupy my mind, my heart mostly follow so when my mind is hurt… I cry. Sad.

But I never get bored of loving and fall in love. But maybe Im tired of trying. Wanna calm down, and settle down.

I dont know, but soon, maybe I choose to take a great decision in Life. To share my happiness and elder days with that someone.

But first, I have to change my phone number. After that, I hope everything will be okay will be what I ought to have, deserve.
amen.

Kututup Jendela

Sudah malam/ Sudah ribuan senja lewat/Dua jendela kututup/Kau tak lagi hampiri aku/Aku tak lagi memanggilmu/
Pergilah kekasih/ Pergilah sayang cintaku
Aku akan buka pintu/Akan ada tamu/Entah singgah atau menetap/Aku akan menerimanya/Apa adanya
Seperti ketika aku menerimamu/Apa adanya

Jalan-jalan baru/ cara baru/suara dan aroma baru/ aku akan memeluk kebaruan/
Bukankah semua selalu baru, setiap detik/
Dan cinta adalah pembaharuan sejati manusia//

11-4-2017

Now That I have to

Now the rain stop
I can go now
I can go then
Yet I stay

You were there near, yet very far away
Didn’t remember me not noticed me

I have to stop me
Stop myself from dragging you
Almost begging

You were so high
I was so low

So from now on
Im going to where Im welcomed

goodbye tears and longing

Im going new way
11-4-2017

Every Reason in Everything

they say everything happens for a reason
a reason to be sad
a reason to be dissappoint
maybe a reason for you to did what you did
maybe a reason for me to did what I did
What if I didn’t rush in
What if you were kinder
What if I didn’t d what I did

lots of lots maybes
reason to everything
to be what ought to be
sad
I might lost you
You might lost me

Maybe if we never met
There’s no reason to be sad and happy

but we met
in time and circumstances
saw you laugh..

where you were, where I was
collided souls
in always wonder

5-4-2017 LGW

Pada Suatu Waktu

Pada suatu waktu menjalang musim kemarau. Aku bertemu seorang yang terluka bathinya. Aku tak menyangka bahwa pertemuan itu adalah pertemuan yang kemudian membuat aku juga terluka dikemudian hari.
Bagaimanapun hingga saat ini aku belum sanggup membaca apa yang akan terjadi pada diriku di masa depan, sehingga antisipasi pun tak ada.
Aku hanya seorang dengan segudang keingin tahuan, sekapal energi, dan tak terbatas daya lainnya.
Pertemuanku dengannya bukan sesuatu yang direncanakan juga bukan tidak direncanakan. Pertemuan yang terjadi adalah kombinasi segala hal yang pernah terjadi, yang kualami, kuingat. Ya kejadian masalalu, selalu saja, ada nama-nama yang tepatri karena didengar oleh Hati lalu mewujud hidup dan hadir dihadapan.
Pada waktu itu, aku mengalami hal yang sering kualami bila jatuh cinta. Selalu hot, selalu antusias, kadangkala melaju memburu. Mengingatnya tak pernah terhenti. Mungkin dia juga mengingatnya.

Pada suatu waktu itu, suatu hari yang dapat dihitung dengan jari. Aku masuk menyusup ke relung jiwa, lewat cerita.

Paa suatu waktu itu, beberapa hari saja, namun mampu menyita bathin dan pikiranku untuk waktu yang lama, hingga kini.

Pada suatu waktu itu, aku hidup untuk menghidupi rasa cinta dan sayang dengan segala daya upaya.

Pada suatu waktu itu, aku berharap balasan yang manusiawi yang baikhati. Tapi mungkin bukan jatahku menerima darinya kebaikan, sayang dan cinta yang kuharapkan.

Waktu itu sudah lewat jauh, biarlah menjadi kenangan berarti bahwa manusia selalu butuh intimacy, butuh berhubungan dengan manusia lain dengan cinta dan harapan.

—nov-2016, maret 2017

Love is Loyal Driver

I dont have a car but a driver
Loyal driver
Inside me, beside me
Take me to many places Ive never been
Bring out the best in me
Create recreate program of future plans
The driver is like any driver
Need boost, spirit and wages
Have to fullfil on and on
Ro be ready anytime, in need
Me myself and who beside me
We sometimes go where we like to go
Finding a new experience, a new moment
This Loyal driver is Love

I hope you found a drive like mine
A Loyal driver is Love

@umilasminah

3November2015

Nyanyian Diam

senandung rindu alunan diam
hati terdalam, arah lamunan
mengendap mimpi
merasa harap

senandung rindu meminjam melodi
musisi penyanyi

 

lagu-lagu rindu

terimakasi

And You Sent Me A Smile

And you sent me a smile

And I send you a smile and rotl back…

My whole world is become brighter
Your effect in me always the same
Make me more happy…

🙂

ThankYou

L..

 

 

Love is Never Enough

Love is never enough
Not today, tomorrow the day after tomorrow
Love is alive in itself, in life
Love is blood in my veins, yours and many other

Love is never enough
But an act of love is a true definition of Life
Love is rational act, long before I knew the meaning
I quoted from movie “Tuesday with Morrie”..of Hank Azaria and Jack Lemmon
Love is Never Enough

Tulisan Rasa

sudah lama tidak menumpahkan rasa pada screen, pada aliran optik yang melaju dalam pixel, melampuai udara dan samudera, yang tertambat, menyerap diri pada dalam teks-teks yang bersuara lirih hampir sedih
hari ini menulis lagi karena banyak hal membuatku tak tenang hampir berang
malam lewat tanpa mata terpejam, lelah tak dirasa
riuh hati dan pikiran hampir serasa membentuk bola gulungan benang, putih, hitam, merah lalu menggumpal…menjadi
ah tak apa toh akhirnya usai juga lewat juga semua
politik, orang-orang terkasih, keluarga dan suasana di luar sana akan tidak tetap
semua tidak tetap, pun suasana yang mendorongku menulis ini

tulisan rasa, selalu menjiwai kata-kata dalam teks-teks yang kadang menjadi jembatan, kadang menjadi tembok
tulisanku adalah gerak jemari yang tunduk pada perintah pikiran, namun hati yang memberi energi
hatiku sedang merindu, sekaligus mengeluh, lelah dan jauh dari sekedar gundah
tulisan ini adalah tulisan rasa
yang terjadi pada konteks waktu detik ini, saat ini
setelah kutulis mungkin jejak rasanya masih ada, atau hilang sama sekali

berhubung lebih banyak tidak nyamannya kuharap segera musnah rasa yang menemani tulisan ini…kecuali rindu pada suatu yang indah 🙂