Gabungan PUISI POLITIK

apakah anda peduli
Posted on October 15, 2008 by puisiumipoet | Edit

apakah anda peduli

apakah anda peduli siapa yang memimpin negeri ini
apakah anda tahu, pemimpin negeri pembuat kebijakan
mempengaruhi nasib rakyat kecil
yang berimbas pada dapur
yang berefek pada kompor

apakah anda sadar
banyak rakyat memilih penuh harap, perubahan lebih baik
jika mereka memilih pemimpin
apakah anda ikut memilih?

apakah anda peduli
pilihan rakyat banyak ‘telah’ menyengsarakan banyak rakyat
lalu apakah anda bersalah
apakah rakyat bersalah
apakah anda berhak menyalahkan
apakah mereka yang memilih salah?
apakah anda memilih?

apakah anda peduli
hidup bersama berarti berkelompok, bekerjasama
dan memilih orang diantaranya untuk memimpin
diberi hak membawa, mengarahkan
memimpin

apakah anda sadar
suara anda adalah harapan anda
dan mungkin harapan puluhan juta orang

atau anda sudah nikmat tak butuh harap
atau anda sudah tak percaya orang lain untuk memimpin
atau anda sudah tak percaya sistem

siapa yang anda percaya?
siapa yang anda pedulikan?

apakah anda orang-orang yang tidak bisa ke TPS
karena harus ke sawah agar upah Rp.20000 tidak hilang
atau
anda ada urusan lain yang lebih penting
atau pergi berlibur
atau tidak terdaftar sebagai pemilih
atau malas ke TPS
atau anda lebih bagus kerjanya dari pada semua yang ada di dpr?

apakah anda peduli
pada harapan puluhan juta rakyat
yang masih ‘percaya’
pada orang lain
pada partai
pergi ke TPS
ikut kampanye
sekedar ikut-ikutan
sekedar ingin tahu
atau cari uang transport
atau yang masih percaya
agar setitik harap terwujud di negri ini
Negeri Berbendera Merah Putih
apakah anda peduli

@umi lasmina Oktober 2008

KEPADA GOLPUT

kepada Golput

tahukah

golput bisa menambah golongan hitam

kenapa kau tak pilih saja

hijau

merah

kuning atau

biru

dunia tak sekedar hitam dan putih

pelangi

merah, kuning, hijau

bahkan warna-warna baru

indigo, magenta, maroon

warna-warna baju tradisional

warna-warna kulit

warna-warna suara

warna kebijakaan

warna kebobrokan

juga warna-warna harap

hitam

hanya

jika lihat dari jauh

warna-warna nyata

politik

deal-deal

di hotel

di warung kopi

di rumah-rumah gedong

di tempat tidur

golongan putih

yang tak ikut memilih

memberi apa pada negeri?

harap? keputus asaan?

golput Amerika Serikat lebih dari 30%

golput Inggris Raya lebih dari 30%

lalu?

mereka,

kita

samakah?

darah dan air mata membayar suara kita

17 agustus 1945

itulah suara “dengan ini menyatakan kemerdekaanya”

aah golput

yang mengaku memilih adalah pilihan

apa benar

lalu apa setelah itu?

menghujat penguasa

memaki anggota dewan

lha anda kan tak memilih mereka?

Umi Lasmina

Mid, July 04
===========
INI INDONESIA
Posted on July 25, 2008 by puisiumipoet | Edit

INI INDONESIA

Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:

Indonesia adalah:

orang-orang;

bangsa, suku;

warna-warna kulit;

jenis-jenis rambut;

berbagai bentuk hidung;

beragam bentuk rahang;

bermacam kelopak mata;

tak sama, tak beda

tak apa-apa

itulah Nusantara

Indonesia adalah:

orang-orang beradab

berpakaian, berbaju, berkain

rumbai-rumbai, kebaya, koteka,

kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban,

berlipat, longgar, ketat,

tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat

warna warni, panjang, pendek, sedang

tertutup, terbuka

berbeda bersama

tak apa-apa

menjadi, membagi, biasa

itu Nusantara

Ini adalah Indonesia

Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar

di kota Terbesar

Ini adalah Indonesia

Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza

langgar, mesjid, pesantren

antara

pura dan kuil-kuil

tak sedikit tak banyak

tak apa-apa

Tuhan Maha Esa Memberinya

Negara Satu di Nusantara

Ini adalah Indonesia

ramah sapa, gotong royong

cinta dan hormat sehari-hari

tak pura-pura, tak tulus

tak apa-apa

berlebih doa dari hina

Ini adalah Indonesia

dijajah pernah, ditindas sudah

saat tak punya apa-apa

dari penjara duka dibuang

tercatat data terungkap fakta

pidato,

bambu runcing,

dan kertas perjanjian

memimpin bangsa pendiri negara

bersama rakyat bersama tentara

darah membasuh tanah Merdeka

susah senang jadi Negara

itulah Indonesia,

dari tiada

menjadi ada

tak apa-apa menderita

harap Merdeka jadi bahagia

Ini adalah Indonesia

BBM naik harga naik

orang muda berguguran

pengangguran

kemiskinan

itu belum apa-apa

Inilah Indonesiaku,

Inilah Indonesiamu,

Itulah Indonesia Kita, cinta kita

Siapa berani menggantinya

Mari hadapi sama-sama

Indonesia Kita, Tanah Air Beta

Bhineka Tunggal Ika perekatnya

Pancasila penjaganya

Ada dihati, jati dijiwa

Menghalau dusta sama-sama

ubah ragam jadi seragam
============
Ganti Saja Pancasila

Ganti saja Pancasila

Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima

Tertinggal dua atau satu sila saja

Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa

Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?

Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya

Ganti saja Pancasila

Dimana relevansinya dengan Negara apalagi di Masyarakat

Nyata, fakta:

Motor-motor berjuta-juta

Kendaraan individu berjaya

Apa arti Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bila: supir-supir bisdi kota harus bekejar-kerjaan, kebut-kebutan cari penumpang

Setoran tak tercapai, nyawa hilang mungkin saja

Karena penumpang sedikit, mereka beralih ke motor

Nyatanya:

Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,

tak jua tersedia kendaraan angkut massif

Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?

Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya

Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut

dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro

Ganti saja Pancasila

Apa arti Persatuan Indonesia

Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial

Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola

Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara

Ganti saja Pancaila

Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan

Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana yang memimpin, apalagi pencipta kebijakan

Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,

uang dan kekuasaan jadi pemimpin,

pastinya bukan musyawarah

Ganti saja Pancasila

Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini

Nyata dan fakta:

Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya

Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,

sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,

Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,

Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR

berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha

tak peduli Rakyat

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,

banyak contoh banyak aplikasi:

Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,

mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela

Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun

percaya pada Tuhan, menTuhankan uang

Ganti saja Pancasila

Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna

Soeharto sukses manunggal keseragaman

kini DPR dan pemerintah siap lahirkan

Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’

yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara

Ya, silahkan Ganti saja Pancasila dengan Panca-pancaan baru, dasar negara baru, sila: berlambang Garuda dengan lima simbol Dollar, Huruf Arab, Mobil Mercedes, dan Sekolah Swasta  cabang Inggris,  Amerika atau  Australia

Umi Lasmina, November, 12, 2006

============
Tahukah Anda Seni Budaya Indonesia Tercinta
Posted on December 20, 2007 by puisiumipoet | Edit

jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
pemain dan penari tayub berkeliling mengamen dengan hanya mendapatkan penghasilan Rp.20000, dua puluh ribu rupiah- sehari?
ditonton beberapa orang di pasar

jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
tiket menonton Il Divo paling murah Rp.500000,- lima ratus ribu rupiah, untuk menyanyi satu jam saja
ditonton oleh ribuan penonton di Jakarta Convention Center

jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
berapa harga tiket menonton wayang orang barata?

jika anda peduli budaya bangsa
lagu daerah apa yang terakhir anda ingat dan hapal liriknya?

jika anda peduli budaya bangsa
dalam setahun, berapakah CD atau album daerah yang anda beli?
berapa lagu pop Indonesia , dangdut, barat yang anda beli
Bisakah anda mengingatnya
kata-kata ini hanya pertanyaan
ada banyak cara untuk menunjukkan cinta dan peduli anda pada seni budaya bangsa
seandainya saya bisa tahu…..

Leave a Reply