Posted on November 11, 2008 by puisiumipoet
1998 women together
ten years passed
ten thousands tears flow
the feeling came the feeling go
in activism
in quarell
in love
in quite
and crowded
its stays forever
beneath
and upper
each person who shape me for me
thank you
each person who enriched me for me
my gratitute
each person who blow me up
thank you
each person who walk by me
i love you
for ten years passed knowing you
is ten millions [...]
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: women 1998 | Leave a Comment »
Posted on September 25, 2008 by puisiumipoet
orang-orang sombong
aku berhadapan dengan orang-orang sombong
kesombongan yang membakar kemaluan
menghanguskan kebersahajaan
kesombongan adalah arogansi
melunturkan risih
menistakan kesantunan
membesarkan gengsi
merekatkan rasa benci pada aksi
keangkuhan jua sama
meninggikan diri merendahkan sesama
melupakan Tuhan
orang-orang sombong kutemui
berwajah tampan, bermuka cantik
mereka berbaju kekayaan, berpakaian status
sering tak tahu berlagak tahu
semata-mata malu pada kebenaran
orang-orang sombong
tak mau tahu
tak peduli yang bukan diri sendiri
orang-orang sombong
tersesat dalam kelemahan
tak tahu jalan keluar
selain [...]
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: orang sombong | Leave a Comment »
Posted on July 25, 2008 by puisiumipoet
INI INDONESIA
Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:
Indonesia adalah:
orang-orang;
bangsa, suku;
warna-warna kulit;
jenis-jenis rambut;
berbagai bentuk hidung;
beragam bentuk rahang;
bermacam kelopak mata;
tak sama, tak beda
tak apa-apa
itulah Nusantara
Indonesia adalah:
orang-orang beradab
berpakaian, berbaju, berkain
rumbai-rumbai, kebaya, koteka,
kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban,
berlipat, longgar, ketat,
tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat
warna warni, panjang, pendek, sedang
tertutup, terbuka
berbeda bersama
tak apa-apa
menjadi, membagi, biasa
itu Nusantara
Ini adalah Indonesia
Masjid [...]
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: Indonesiakucinta | Leave a Comment »
Posted on May 27, 2008 by puisiumipoet
idup bersama di gua-gua berlindung bersama
tak ada tuna wisma atau orang tak waras
yang tidur di jalan-jalan
di emper-emper
sementara rumah-rumah luas
kamar-kamar dan ruang-ruang dibiarkan kosong
milik satu atau dua tubuh manusia
bukankah tubuh manusia hanya butuh perlindungan
dari terik dan cuaca
mengapa manusia
tak berbagi ruan (bila bukan kamar, mungkin beranda atau halaman rumah)
MENGAPA TAK MAU HIDUP CUKUP
berlebih, lalu berbagi
bila begini nyatanya
aku selalu bertanya
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: reality is suck | Leave a Comment »
Posted on May 5, 2008 by puisiumipoet
when act of individual gratification
of people connected with things makes them happy
human suffering is part of out of touch
work for other human being and its virtue
is seem useless
glorified for gratification of individual
is a very sin of social human
ignore destiny
ignore feeling
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: NO to Individualism | Leave a Comment »
Posted on April 21, 2008 by puisiumipoet
21 maret 08
let’s talk clear to clear
heart to heart
talk
mouth
open
word
come
do not written
in sms
in email
neither in letter
talk
is
voice
sound
from your
heart
your mind
if you can
when you
dare
Filed under: Realitas Sosial | Leave a Comment »
Posted on April 21, 2008 by puisiumipoet
the battle of innocence
is in the core of the soul
preserve purity of the heart
the mind escort
to the logical unending journey
of human understanding
of future
of hope
umi lasminah
Filed under: Realitas Sosial | Leave a Comment »
Posted on March 30, 2008 by puisiumipoet
Sudi peduli
63 Tahun Indonesia Merdeka
Sudikah peduli pada rakyat
pada langkah manusia
upaya daya
Tidak sulit tidak mahal
tiap hari, tiap minggu, tiap bulan
kesempatan ada, peluang terbuka
belanja:makanan;minuman;baju;
cobalah sekali dua dan terus
belanjakan uang pada mereka yang berjuang dengan sederhana
Pedagang keliling: Tukang-tukang; Abang-abang; Mbok-mbok; Mbak-mbak; Ibu-ibu; Adik-adik;
Para pedagang makanan,minuman
Berkeliling
Mennjual:ketoprak; bubur ayam; tukang bubur kacang hijau; ketupat sayur; laksa;toge goreng;soto; tukang ketoprak,gorengan; kue-kue;pecel,bajigur;batagor; [...]
Filed under: PUISI POLITIK, Realitas Sosial | Tagged: indonesia merdeka | Leave a Comment »
Posted on March 19, 2008 by puisiumipoet
Berbagi
Mengapa kamu tak mau berbagi
malam hari
rumahmu luas
ruang kosong
untuk satu dua tubuh
bisa di lantai
di depan rumah
di halaman
pagi hari
siang hari
mereka kan pergi
berarti
berbagi bukan untuk selamanya
mengapa
sesama manusia
tidak bisa berbagi
meski
tubuh manusia
hanya
sebesar manusia
mengapa miliknya
hampir
menjangkau semesta
bisa?
berbagi
slalu berbagi
padanya
arti
manusia
tidak sendiri
Filed under: Realitas Sosial | Tagged: kesetiakawanan sosial | Leave a Comment »
Posted on March 19, 2008 by puisiumipoet
Uang
Punya uang di bank
Berjuta-juta
Tak terhingga dimata kaum pap
Lalu untuk apa
Uang,
Bisa berguna
Bila
Belanja beras
Minyak tanah
Buku
Bagi jutaan tak berpunya
Tiada daya
Nyata
Mengapa kau simpan saja
Uang
Padahal
Diamnya tak berarti
Filed under: Realitas Sosial | Leave a Comment »