hari-hari berlalu di Jakarta September 2008.
Siang dan malam. Sepanjang jalan yang kulewati kulihat orang-orang dan gerobak-gerobaknya di pinggir jalan. Orang-orang dengan gerobak, ada di antara emperan toko, di trotoar atau samping depan rumah, dibawah pohon di antara jalan-jalan.
Gerobak-gerobak pemulung? Atau rumah gerobak, karena mereka tergusur.
Gerobak-gerobak gambaran orang-orang nomaden, di belantara gedung-gedung Jakarta, kemegahan Pemerintahan Pemenang [...]
Filed under: Prosa Politik-Sosial | Tagged: Orang-orang Gerobak | Leave a Comment »