Puisi-puisi politik

INI INDONESIA

Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:
Indonesia adalah:
orang-orang;
bangsa, suku;
warna-warna kulit;
jenis-jenis rambut;
berbagai bentuk hidung;
beragam bentuk rahang;
bermacam kelopak mata;

tak sama, tak beda
tak apa-apa
itulah Nusantara

Indonesia adalah:
orang-orang beradab
berpakaian, berbaju, berkain
rumbai-rumbai, kebaya, koteka,
kain, kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban, blankon
berlipat, longgar, ketat,
tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat
warna warni, panjang, pendek, sedang
tertutup, terbuka

berbeda bersama
tak apa-apa
menjadi, membagi, biasa
itu Nusantara

Ini adalah Indonesia
Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar
di kota Terbesar,
candi-candi dan prasasti di penjuru negeri

Ini adalah Indonesia
Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza
langgar, mesjid, pesantren
antara
pura dan kuil-kuil

tak sedikit tak banyak
tak apa-apa

Tuhan Maha Esa Memberinya
Negara Satu di Nusantara

Ini adalah Indonesia
ramah sapa, gotong royong
cinta dan hormat sehari-hari
tak pura-pura, tak tulus
tak apa-apa
berlebih doa dari hina

Ini adalah Indonesia
dijajah pernah, ditindas sudah
saat tak punya apa-apa
dari penjara duka dibuang
tercatat data terungkap fakta
pidato,
bambu runcing,
dan kertas perjanjian
memimpin bangsa pendiri negara
bersama rakyat bersama tentara
darah membasuh tanah Merdeka
susah senang jadi Negara

itulah Indonesia,
dari tiada
menjadi ada
tak apa-apa menderita
harap Merdeka jadi bahagia

Ini adalah Indonesia
BBM naik harga naik
orang muda berguguran
pengangguran
kemiskinan
itu belum apa-apa

Inilah Indonesiaku,
Inilah Indonesiamu,

Itulah Indonesia Kita, cinta kita
Siapa berani menggantinya
Mari hadapi sama-sama

Indonesia Kita, Tanah Air Beta
Bhineka Tunggal Ika perekatnya
Pancasila penjaganya
Ada dihati, jati dijiwa
Menghalau dusta sama-sama
ubah ragam jadi seragam

30Maret 2007

Berhenti Bermimpi
Aku ingin berhenti bermimpi
kilauan emas pakaian indah
warna-warna sarung,kain, kebaya

Aku ingin berhenti bermimpi
Bunyi-bunyian tetabuhan gegap gepita
Mengiringi orang-orang menari ceria

Aku ingin berhenti bermimpi
Penari-penari tayub bahagia
Penari-penari dombret tersenyum
Penari-penari jaipongan ceria

Sandang papan dan pangan tercukupi
Aku ingin berhenti bermimpi
Pelakon ketoprak, teater trasional
Ramai di tv dan koran koran menjadi idola

Aku ingin berhenti bermimpi
Aku ingin semua bukan mimpi

===
Bukan Hanya

bukan hanya orang Islam saja
bukan hanya orang Kristen saja
bukan hanya orang Hindu saja
bukan hanya orang Budha saja
bukan hanya orang Kong-Khu Tju saja
tak juga hanya Yang Percaya pada Tuhan saja

apalagi bila
cuma orang nasionalis saja
cuma orang komunis saja
cuma orang agama saja

atau

cuma orang kaya saja
cuma orang miskin saja
tak ada kata cuma, apalagi hanya
pada nyatanya

Semua bersama-sama
Semua berdarah-darah
Semua berkeringat
Semua berairmata

Bersama-sama

Maka BISA lawan kolonial
Maka BISA tentang imperialisme
lawan Kolonial Belanda
usir Penjajah Jepang

Silahkan tanya pada tanah Indonesia
yang merangkul jasad
yang menyerap tetes-tetes darah
orang-orang yang angkat senjata
orang-orang yang dipenjara
usir penjajah
usir imperialis

===

Aku Bertanya

Aku bertanya

Buat apa merdeka

Jika kini kau jual pula tanah air ini

UU PM

UU SDA

Aku bertanya

Buat apa darah-darah dulu bercecer

Clash Action I, Clash Action II

pertahankan tanah ini demi harap

sejahtera rakyat

tanah kelahiran

kini darah-darah tercecer

menguap tanpa harap

tatkala anak-anak pribumi

ibu-ibu, bapak-bapak tua, remaja putra-putri

terusir dari tanah lahirnya

tersingkir dari tempat yang membesarkannya

karena siapa, aku bertanya?

Aku bertanya

Masih layakkah Indonesia Raya dinyanyikan:

di Istana, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor

Manakala bangsa Indonesia tak bisa berdiri sendiri

Apalagi menjadi pandu ibu

Aku bertanya

Apakah Indonesia adalah Negara

Air, Udara dan Tanah

Siapa punya

Penduduk, rakyat tanpa tanah&air

Pemerintah Siapa punya

Aku bertanya

Kemana perginya Pancasila

Dimana Pembukaan UUD 45 bersembunyi

Tidakkah keduanya masih tersisa

Di antara hati-pikir-aksi 200an juta rakyat Indonesia

Semoga.

–+—


Kurindu Bunyi itu

Kurindu bunyi itu

Yang hampir tak pernah kudengar

Kabar tentang seruling

Bunyi nan indah membius menenangkan

Kurindu bunyi itu

Yang tak pernah terdengar

Gamelan, gendang, kecapi, sitar

Tifa, rebab, dian sasando

Berita suara membahana

Kurindu bunyi itu

Nyaring, rendah, ramai lincah

Pada sahdu, dinamis

Bergema

Kurindu bunyi itu

Karena itu warisan ibu dan bapakku

—-==+====


Ganti Saja Pancasila

Dengan sejuta maaf dan sembah takjim pada Pendiri Bangsa tercinta 1945 aku berkata:

Ganti saja Pancasila

Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima

Tertinggal dua atau satu sila saja

Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa

Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?

Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya

image061.jpg

Nyatanya:

Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,

tak jua tersedia kendaraan angkut massif

Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?

Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya

Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut

dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro

Ganti saja Pancasila

Apa arti Persatuan Indonesia

Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial

Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola

Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara

Ganti saja Pancaila

Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan

Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana, segala kebijakan dicipta

Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,

uang dan kekuasaan jadi pemimpin,

pastinya bukan musyawarah

Ganti saja Pancasila

Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini

Nyata dan fakta:

Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya

Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,

sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,

Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,

Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR

menjadi berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha

tak peduli Rakyat

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,

banyak contoh banyak aplikasi:

Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,

mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela

Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun

percaya pada Tuhan, menTuhankan uang

Ganti saja Pancasila

Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna

Soeharto sukses manunggal keseragaman

kini DPR dan pemerintah siap lahirkan

Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’

yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara

Ya, silahkan Ganti saja Pancasila dengan Panca-pancaan baru, dasar negara baru, sila: berlambang Garuda dengan lima simbol Dollar, Huruf Arab, Mobil Mercedes, dan Sekolah Swasta

Umi Lasmina, November, 12, 2006


April 2006, Jakarta

Aku merindukan sepeda

Ketika banyak orang berbondong

membeli sepeda motor

Aku mendambakan sepeda

Seperti di Yogyakarta, dulu

Ketika banyak orang berebut

mendaftar kredit sepeda motor

Aku merindukan sepeda

Seperti di China, sekarang

Ketika orang memilih

naik ojek motor

Aku ingin naik ojek sepeda

seperti di Stasiun Jakarta Kota, kini

Aku suka naik sepeda

meski kutahu

motor murah

pasar impor terbuka

dan

tukang ojek adalah pilihan

agar tak menganggur

dan

membuat supir-supir

mikrolet, angkot, bis

kehilangan sewa penumpang

yang

tak mengerti mengapa

Aku merindukan sepeda

di tanah datar di Jakarta

Aku menyukai becak

seperti di luar Jakarta

Aku merindukan sepeda

menjadi penghibur kesusahan bangsa

bersepeda bersama

gembira

tanpa polusi

tanpa korupsi

sepeda

bukan untuk anak-anak

atau ibu-ibu

saja

April, 20, 2006



KEPADA PENDIRI BANGSA

Maafkan kami Pendiri bangsa

Bila kami lupa Pancasila

Tak ingat lagi Bhineka Tunggal Ika

Apa daya kami

TAP MPR II 1978, TAP MPR II 1983

P4 namanya

Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

Puluhan butir-butir

Tak mampu lekatkan kami pada

Pancasila, Bhineka Tunggal Ika

Yang di Saktikan, dirayakan

Maafkan kami Pendiri Bangsa

Kami terlalu girang 98

Maklum

Kami terlalu sedih

32 tahun lebih

hingga kami lupa arti

hingga kami hampir lupa jati

terlena reformasi

Maafkan kami Pendiri Bangsa

Lagu perkasa Garuda Pancasila

Hampir tak terdengar

Lagi gaungkan

tak lupa kami liriknya

Maafkan kami Pendiri Bangsa

Yang pernah dipenjara

Yang pernah disiksa

Tuk Indonesia Merdeka

Maaf sekali lagi maaf

Lalai kami tuk jaga Merdeka

Maafkan kami Pendiri Bangsa

Mengeluh bukan maksud

Merengek bukan kehendak

Ijinkan kami temukan kembali

Ceceran-ceceran darahmu

Di tanah-tanah seluruh Nusantara

agar kami ingat

Kau selalu bersama kami

Sejak dijajah, Sejak merdeka

Agar kami sadar betapa pun

Kami berbeda, Kami beragam

Sejak dijajah, Sejak merdeka

selalu bersama

Agar kami eling bahwa

Indonesia Merdeka

dengan

Pancasila, Bhineka Tunggal Ika

dan bukan yang lain

Kiding, 26 Maret 2006


TERIMA KASIH KAPITALIS

Terima kasih kapitalis

Kau dan negaramu sumbang dana jutaan Dollar

bagi Perempuan Indonesia tuk jadi Feminis

dukung Kapitalisme

dukung Liberalisme

Terima kasih Ndoro Funding, kapitalis dermawan

Indonesia kini punya:

pusat dokumentasi perempuan;

jurnal feminis;

komisi perempuan;

yang kabarnya

bicara tentang perempuan dari perempuan tuk perempuan

perempuan-perempuan- perempuan dan perempuan

dengan metode feminisme

Terima kasih kapitalis

Kami bisa sekolah di negaramu, gratis

bekerja di lembagamu bergaji tinggi, drastis

Terima kasih Kapitalis pendiri Orde Baru

Kau beri ruang luas pada:,

orang cerdas berposisi;

orang elit berkelompok;

apa namanya? Sosdem?

Biasa minum di cafe kapitalis,

apa nama cafenya?

Starbuck, Gloria Bean, Dome, Bean?

lalu

diskusi dan belajar

tuk jadi

Genius creature

less conscience but matter

Terima kasih kapitalis

Ku jadi bisa bahasa Inggris

Terima kasih kapitalis

kini kubisa bercerita

tentang fantasiku dan mimpi-mimpi

menjadi perempuan bebas

Terima kasih kapitalis

telah meminang Feminis menjadi pasangan setiamu

dan luaskan mimpi baru tentang kebebasan

pada Ally Mac Beal, Carrie “Sex in The City” dan tentu saja Body Shop

Terima kasih kapitalis

kini kutahu

ada kulit wajah:

berminyak, normal, atau kering

dan

kini

kulitku pun bisa putih

terima kasih-terima kasih

Terima kasih kapitalis

kujadi tak malu diam saat saudaraku menderita

“ah itu kan karena dia malas, orang miskin kan emang begitu”

“lapar kepala kunang-kunang, kenyang ngantuk”*

terima kasih kapitalis

Kau selalu membuatku aman

di rumah

di mobil

di kantor

Terima kasih kapitalis

kini aku tak perlu merasa bersalah

apalagi ikut panas-panasan demonstrasi segala

apalagi jadi militan, gak jelas dan anarkis

tuntut ini itu gak ngasih solusi

Terima kasih kapitalis

sudah beri segala yang kubutuhkan

kosmetik, live music, resto, spa

semua enak…hmmh

Terima kasih kapitalis

gigiku putih

wajahku cantik

tubuhku wangi

deorant, parfum banyak pilihan

Terima kasih kapitalis

kau jauhkan aku dari Kartini

dari

nilai-nilai cinta, kebebasa

bebas menikah, tanpa dimadu

Terima kasih kapitalis

kubisa lupa kata-kata Stella sahabat Kartini,

ku tak perlu susah-susah

pikir tetang rakyat jelata

“yang indah lagu katanya…sopan santun dan rendah hati” **

ah..

apa peduliku

terima kasih kapitalis

mampirlah lagi ke negeri kami

jangan lupa investasi

bawa dollar yang banyak

kembali pasti dapat lebih banyak

terima kasih kapitalis

terima kasih yang tak terhingga

Kiding. Jakarta, 26 Maret, 2006


HAYO NGAKU

Ngakunya feminis

Tapi patriarkis

Katanya solidaritas

Tapi menindas

Tulisannya feminisme

Nyatanya cuma metode

Katanya anti kekerasan

Tapi pelaku kekerasan

Pernyataannya Melawan Penindasan

Nyatanya menindas

Katanya Menolak Objektikasi Perempuan

Nyatanya menikmati playboy

Katanya Membela Perempuan

Perempuan ditindas diam saja

>>>>>


Perempuan Indonesia berPancasila

Perempuan Indonesia berpancasila

Di sana

Jauh di desa,

jauh di dusun

Di gunung,

di pesisir

Kerja keras

berbagi beras

Gigih dan bersih

Tanpa merintih

Berserikat sudah mulai

organisasi sosialisasi

kerja bersama yakin bisa

Bukan dana bukan proyek

Apalagi minta-minta

Tak kenal proposal

Tak peduli program

Penting berkerja menjalin harap

Feminisme menjadi di Pancasila


===+=+


KEPADA GOLPUT

kepada Golput

tahukah

golput bisa menambah golongan hitam

kenapa kau tak pilih saja

hijau

merah

kuning atau

biru

dunia tak sekedar hitam dan putih

pelangi

merah, kuning, hijau

bahkan warna-warna baru

indigo, magenta, maroon

warna-warna baju tradisional

warna-warna kulit

<span style=”font-size:11pt;font-family:’Book

About puisiumipoet

Saya perempuan Indonesia, lahir dan dibesarkan di tanah Jakarta. Betapapun kehidupan dunia dipenuhi penderitaan dan bencana selalu ada yang manis dan baik dari sana. Though the world full of tears and pain, still there are much hope and sweetness, there's a flower among the garbages. umi

Posted on December 20, 2007, in PUISI POLITIK. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. rock n rolll
    batu karang dan gulungan pak……
    n klo mw tentang S
    ny FS soerja_poetera@yahoo.co.id
    thx bgtz bsa baca puisi bapak
    tetap berkreasi ya pak…
    mumpung di negara sndiri
    hehehehehhe

  2. ariska oktapia

    ku suka dengan kmpulan2 puisi mngenai bngsa…………
    klau bisa tentang menyinngung indonesia ni,,,,
    rska tunggu ya….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 848 other followers

%d bloggers like this: