Sendiri

Sendiri bukanlah sepi
Apalagi sedih
Sendiri tak lebih kondisi
Pilihan hati
Sementara
Namun abadi
Manusia

Sendiriku selalu bersamamu
Dihati dijiwa
Kau temani aku
Di fana dunia

Kau pujaanku tambatan jiwaku
Tak henti aku pergi
Selalu kau ada disitu
Beri inspirasi tak henti

Esok adalah harimu
Ingin aku bersamamu
Dengar tawamu
Walau tanpamu

Aku sendiri
Ditemani bayangmu
Kesendirianku bukanlah sepi
Apalagi duka derita
Sendiriku sementara
Hingga saatnya tiba

@22nov2014 littlewarrior

Bolehkah

Bolehkah

Bolehkah kau kutemui di antara ruang mimpi dan misi
Bolehkah kutemani saat kau tak lagi terikat janji
Bolehkah kau kusayangi lewat panji-panji puisi

Bolehkah kupelihara rindu padamu
Bolehkah kujadi temanmu
Sayang padamu
Tak terkait kerjamu
Bolehkah

 

sept 2014

Kukubur Dirimu

Hari ini kukubur dirimu
Bersama hujan, mobil, motor kemacetan malam

Hari ini kukubur dirimu
Di dalam huruf dan kata-kata
Di dalam relung ikhlas
Di dalam kungkungan ketiadaan

Hari ini kukubur dirimu
Jauh dalam lapisan rasa terendah
Di dalam sumur keputus asaan
Diselimuti hampa dan diam

Hari ini kukubur dirimu
Bersama dirimu
Semuamu
Tanpaku
Tanpa harapan
Tanpa cinta

@goodby LW

Bersamamu

Lalu aku pergi bersamamu meniti tali jemali yang memanjang menyebrang sungai keraguan. Kita mampu lampaui sungai tepat saat matahari menyusup tuk sembunyi dibalik pepohonan. Membawa kita kepada kelam bercahaya langit.

Kita duduk sejenak dibawah pohon cheri. Menarik nafas. Melap keringat. Lalu kau tuangkan aku minuman harap bercambur keriangan yang menyegarkan. Kau menatapku lalu menciumku dan kita saling meminum, hilangkan dahaga.

Kita bermalam di dalam hutan tantangan. Gemeretak suara kayu bakar kadang terdengar. Suara burung dan segala rupa serangga terngiang diantara. Malam dingin. Kau peluk aku, aku memelukmu. Kita bermimpi bersamaan.

Matahari menyapa, cahayanya membasuh wajahmu, wajahku. Kau belum terjaga. Lenganmu masih memelukku. Kupandangi saja wajahmu, kuusap alis matamu. Kau buka matamu malas. Aku tersenyum, lalu bangkit.

Kita bersiap lagi, melanjutkan perjalanan, menuju kenyataan perwujudan harapan dengan bergandengan tangan.

@Umi Lasminah 31Oktober2014

Jadi Baik itu Mudah

Jadi baik itu mudah, sederhana dan mudah. Bukan hanya tersenyum kepada orang lain, ada lagi. Siapapun bisa melakukannya. Menyisihkan sedikit tenaga bagi orang lain. Mengurangi  sedikit rejeki bagi orang lain. Mengurangi beban orang lain. Jadi baik juga tak selamanya. Karena manusia juga tak selamanya mendapatkan peluang jadi baik. Sebagaimana jantung, tak selamanya manusia hidup buruk atau selamanya baik. Naik turun.

Anda seorang bos, apabila setiap hari dibuatkan teh atau teh, bisa dicoba hari ini tidak perlu, terutama bila pembantu anda itu juga membuatkan kopi  dan teh buat karyawan lain. Hari ini anda buat kopi/teh sendiri. Atau bisa saja ketika ada berulang tahun, anda terbalik, membuatkan pembantu atau office boy/girl kopi. Anda tahu, pasti hari itu tak akan dilupakan olehnya seumur hidup.

Anda seorang tukang ojek, di malam hari pukul 22.00 lebih ada seorang ibu yang akan pulang ke rumahnya. Ingin meyewa ojek jaraknya tak terlalu jauh. Selayaknya anda tidak mematok harga tinggi. Anda tahu anda dibutuhkan, namun berusahalah dengan normal. Tahu anda dibutuhkan dan malam hari anda mahalkan harganya. Jika dia menawar ke  harga normal berikanlah. Hitung-hitung anda membantu mengantar perempuan ke tempat yang dituju dengan selamat tanpa anda dirugikan usahanya.

Berbuat baik pada orang yang tidak dikenal

Anda seorang yang sering berkunjung ke mal atau bioskop. Anda tahu ada mereka yang melayani anda di counter tiket, penjaga pintu, penjaga toilet atau penjual kudapan. Anda tinggal memilih kepada siapa kebaikan anda akan diberikan pada hari itu. Memberi tips bisa, memberikan makanan bisa. Memberi tips pada penjaga pintu toilet walau hanya Rp.10.000 telah membuat hatinya senang sepanjang hari. Mungkin akan diceritakan kesenangannya pada keluarga atau teman. Tapi bagi anda berapa nilai uang Rp.10.0000 nah mudah sekali kan untuk menjadi baik.

Anda juga bisa melakukannya terhadap tukang parkir yang mengatur posisi mobil, yang memberikan tiket parkir, atau kepada satpam yang menjaga.

Buat anda orang biasa yang biasa naik bis, naik transjakarta. Bisa juga anda memberi tips kepada penjaga pintu, kepada penjaga tiket.

Bisa juga membeli dagangan dari pedagang asongan dan memberikan kembalian pada mereka.

Terikait-tips tips atau pemberian di tempat-tempat yang pengaturan pengumpulan Tips, berarti rejeki seseorang berdampak kolektif. Namun ada rejeki seorang untuk dirinya sendiri. Itulah rejeki antar manusia.

Tidak saling Mengenal namun bisa saling mengembirakan. Anda gembira karena telah memberi dan membuat oran glain senang. Yang menerima lebih senang lagi.

@Umi Lasminah, 29Oktober 2014

Siapakah Kamu

Siapakah kamu para pembaca puisi dan esaiku
Kamukah inspirasiku tentang:
suara dan lagu;
malam dan rindu;
luasnya langit;
tanya dan tunggu;
susuri jalan dan mimpi;
gairah ombak pantai;
rindu menggunung
bahasa cinta;
kesabaran cinta;

Kamukah inspirasiku

berzodiac scorpio?
sungguh-sungguh kusayang;
nan sulit bicara terus terang;

Was that you, who read my poetries and essays:
my yearning and thinking;
gave many moments of cherish;
one I can’t paint with brush;
one that I miss dearly;
a little warrior;
the love of days nights;
the one of many colours;
lovely and kind;
one that I pray;
make my heart in chaos;

Siapakah kamu, pembaca puisi dan esaiku:
kamukah pencari info di google;
ingin tahu tentang:
kesombongan;
politik dan demokrasi;

Siapakah kamu, pembaca puisi dan esaiku;
apakah kamu dia:
pembuat aku patahati;
menangis tak henti;
bermata kosong;

Ah siapapun kamu, pembaca puisi dan esaiku,
bahagialah dan bersyukurlah
masih diberi waktu
tuk baca apa saja
terlebih puisi dan esaiku

Siapakah kamu pembaca esai puisiku?

Apakah kamu berzodiac scorpio?
sungguh-sungguh kusayang;
nan sulit bicara terus terang;

Was that you, who read my poetries and essays:
my yearning and thinking;
gave many moments of cherish;
one I can’t paint with brush;
one that I miss dearly;
a little warrior;
the love of days nights;
the one of many colours;
lovely and kind;
one that I pray;
make my heart in chaos;

Siapakah kamu, pembaca puisi dan esaiku:
kamukah pencari info di google;
ingin tahu tentang:
kesombongan;
politik dan demokrasi;

Siapakah kamu, pembaca puisi dan esaiku;
apakah kamu dia:
pembuat aku patahati;
menangis tak henti;
bermata kosong;

Ah siapapun kamu, pembaca puisi dan esaiku,
bahagialah dan bersyukurlah
masih diberi waktu
tuk baca apa saja
terlebih puisi dan esaiku

semoga beri arti
apapun itu
adanya

@Umi Lasminah 30Oktober 2014

Bukan Puisi untuk Pak Jokowi

Aku belum buat puisi untuk pa Jokowi
Belum terinspirasi
Hari ini sepertinya ada inspirasi

Jadilah
Bukan puisi
Tidak juga Prosa
Kesanku saja
Padanya

Aku bertemu bapak akhir 2008
Bukan bertemu dalam perjumpaan
Hanya kilasan jumpa keluarga partai

Memori terkesan tahun 2009
Bapak mungkin tak ingat
Bapak sendirian duduk
Berbaju safari biru tua
Dikursi sofa merah jelas

Aku bingung mau sapa bapak
Atau bagaimana
Ku hanya menunduk saat lewati bapak
Yang duduk sendirian
Di sofa depan posko

Di dalam sana ramai
Ada ketua partai pusat
Ada ketua partai daerah
Ada presiden ke lima

Aku tergugu mengapa bapak sendirian
Tidak di sana, di dalam
Ya bapak sendirian duduk di sofa merah
Dan aku bukan seperti temanku
Biasa sksd dengan siapa saja
Apalagi pejabat
Heheh

Lalu acara keramaian usai
Tak kuperhatikan lagi bapak dimana

Yang kuingat jelas adalah
Bapak pergi dari lokasi keramaian
Bapak pergi dalam satu mobil
dengan presiden ke 5,
Mobil hitam pintu geser..

Itu lima tahun lalu

Dan esok, 20 Oktober 2014
Bapak akan Jadi Presiden ke 7
Semoga Bapak dipilih Leluhur
Membangkitkan Nuswantara Jaya

@Umi 19Oktober. 2014.

Matamu

Aku tak kenal kamu
Tak tahu apa-apa tentangmu
Lalu sesuatu menarikku padamu
Sesuatu tak kumiliki
Gembirakan aku
Kagumi kamu

Aku tak kenal kamu
Tak tahu apa-apa tentangmu
Lalu aku terpesona
Lalu aku terkesima
Lalu aku terkejut

Matamu duka tak bicara

Lalu cerita dukamu tiba
Terenyuh
Aku tak bisa apa-apa
Kukirimkan doa
Semoga

Lalu aku tahu keinginanmu
Hidupmu
Aku tertegun, berpikir
Duh
Kiranya dia dihadirkan untukmu
Bahagiamu
Semoga
Agar matamu tak lagi duka
@Umi okt 18.2014. 4a

Apakah itu kamu

Apakah itu kamu
Ikuti aku kemana aku pergi
Tapi kamu bisu
Tapi kamu diam

Kamu muncul disudut jalan
Kamu hadir di gedung baru
Namamu terukir dipapan board
Namamu tertulis tak sengaja
Namamu hadir di lirik lagu
Namamu hadir di esai, puisi dan film

Apakah itu kamu
Endapan emosi tebal tak memuncrat
Dalam tersembunyi
Tutupi khawatir dan takut
Ciptakan kamuflase
Laksana dusta

Apakah itu kamu scorpio
Tak bisa bicara hati
Sulit verbalkan nurani
Rasa jiwa jadi bego

Apakah itu kamu
Serbu aku lagi
Tanpa diundang tanpa diminta
Kuserahkan saja rasaku
Padamu manusia tersayang
Kuberi sesuatu, jejakku selalu
Tanpa memaku

@Umi. ariel.11-12okt 2014

Orang-orang Sombong (3)

Orang-orang sombong kutemui dimana saja
Orang-orang sombong kutandai dimana saja
Orang itu sok sibuk
Tak acuhkah upaya manusia “komunikasi”

Orang sombong tak balas sms
Orang sombong tak balas WA
Orang sombong tak balas BBM
Orang sombong tak balas email
Orang sombong tak balas inbox

Orang-orang sombong kutemui
Tak kutemui, tapi eksis
Tak peduli waktu orang lain tuk jangkau mereka
Tak bisa sisihkan waktu balas waktu orang
Tak ada ucapan maaf

Tahukah hai orang sombong:
Ketika seseorang saling balas
Waktu diberikan dariNya terfokus pada manusia lain
Saat kemanusiaan menjadi
Kesadaran memberi

Adapun orang-orang sombong
Mengklaim waktu milik sendiri
Menerima hak sendiri, pesan-pesan
Tanpa beri balasan, tanpa rasa bersalah
Yang terjadi mencipta hampa

Kepada orang-orang sombong
Terima sapa tak membalas
Seakan berkuasa atas Waktu
Orang sombong tak tahu; Waktu bukan milik mereka: tak jamin nanti ada

Orang-orang sombong
Kutemui dimana saja
Mereka orang-orang fana
10okt.2014 @Umi ariel&friend

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 857 other followers