love is honest

love is honest. if ther are lies it’s corrupted feeling of love. love contain any ingredient that human

needs. inside out her/his body.love is forceful nature, an unstopable one. love exist to make human

happy. if not, it is corrupted by greedy, lust, possession of hatred. just feel love anytime you feel it,

don’t forget to celebrate. for love is rare as it is often at the same time. 28 sept 09 umi lasminah

Pulang Kampung

24 September, menjelang malam di antara lampu lalu lintas Jakarta, aku naik kendaraan umum untuk pulang ke rumah. Kulalui jalan-jalan Jakarta yang ramai. Klakson bersahutan, orang-orang menyebrang, motor-motor berseliweran, memotong jalan di antara mobil-mobil.
Pada suatu halte dekat lampu merah yang baru saja terlewati, orang-orang muda, berjongkok berdiri, dan duduk di antara kardus-kardus. Mereka akan pulang mudik, pulang ke kampung halaman. Menanti bis yang akan membawa mereka mengarungi jalan-jalan di Jawa. Menunggu kendara yang akan menyertakan mereka pada suasana sama, duduk berlama-lama, pantat pegal, lelah dan tertidur hingga sampai di kampung.
Orang-orang muda laki perempuan ini bercelana pajang, berjaket jeans. Wajah-wajah menyiratkan rindu dan tunggu. Ada juga aura kebingungan dan kejenuhan, serta kelelahan.
Lampu merah berganti kuning, lalu hijau. Orang-orang muda yang hendak menjumpai sanak saudara dan handai taulan masih menunggu di halte bersama menanti malam. Laki perempuan sama, serasa, karena kampung yang menanti tak peduli siapapun yang mencintainya dan pulang.

Orang-orang Gerobak

hari-hari berlalu di Jakarta September 2008.
Siang dan malam. Sepanjang jalan yang kulewati kulihat orang-orang dan gerobak-gerobaknya di pinggir jalan. Orang-orang dengan gerobak, ada di antara emperan toko, di trotoar atau samping depan rumah, dibawah pohon di antara jalan-jalan.
Gerobak-gerobak pemulung? Atau rumah gerobak, karena mereka tergusur.
Gerobak-gerobak gambaran orang-orang nomaden, di belantara gedung-gedung Jakarta, kemegahan Pemerintahan Pemenang ‘Bersama Kita Bisa’.
Keluarga gerobak itu adalah orang-orang Indonesia, tua muda, ayah, ibu anak, suami istri atau sanak saudara, atau kawan dan teman.
Mereka singgah di antara jalan arteri kelapa dua, permata hijau, atau di antara jalan senopati blok m, ataupun mahakam, gerobak-gerobak di antara jalan-jalannya satu dua tiga.
Setahun lalu, di suatu sore di depan jalan bioskop Megaria Cikini, juga kulihat gerobak yang ditarik seorang anak kecil, mungkin usia SD, di dalam gerobak ada anak kecil pula, mungkin adiknya. Lalu kulihat juga lima bulan lalu. Di jalan Cokroaminoto, di trotoar tak jauh dengan taman Menteng. Seorang perempuan dan laki-laki muda dengan gerobaknya.
Adakah sensus atas gerobak ini?
Berapa jumlah orang-orang yang tinggal dan tidur di gerobak.
Di depan jalan rumah-rumah gedong. Rumah-rumah yang kamarnya melebihi jumlah penghuninya.
Mengapa tak jua diberikan ruang-ruang dalam rumah-rumah itu, bagi mereka yang tak tak ada papan, sandang dan sedikit pangan.
Orang-orang dengan gerobak kuharap kau sabar, semoga datang yang pasti, yang akan memberi kebajikan untuk yang berhak.

what have you dream

what have you dream. I was dream about you sometimes ago, don’t remember exacly when, somehow that dream similar with reality. Im talking ‘dream’ dream when I was slept.have you ever having me in your bed, inside your head? I wonder. I have another dream, when Im conscious, It’s hope. In little hope I have great expectation as you and me happy, me and you together sometimes (coz everyime might be boring), you and me go to Vietnam, and inner village somewhere in Flores, where we will see dolphins and whales, and thousands of fishes comes near us just to say hi and back to the sea … I wonder if God the Almighty, The Kindness answer my hope and pray, ah as true believer, I only accept bring me to you, with or without matching the expectation.So great, that it might not happen in here…

orang-orang sombong

orang-orang sombong

aku berhadapan dengan orang-orang sombong

kesombongan yang membakar kemaluan
menghanguskan kebersahajaan

kesombongan adalah arogansi
melunturkan risih
menistakan kesantunan

membesarkan gengsi
merekatkan rasa benci pada aksi

keangkuhan jua sama
meninggikan diri merendahkan sesama
melupakan Tuhan

orang-orang sombong kutemui
berwajah tampan, bermuka cantik

mereka berbaju kekayaan, berpakaian status
sering tak tahu berlagak tahu
semata-mata malu pada kebenaran

orang-orang sombong
tak mau tahu
tak peduli yang bukan diri sendiri

orang-orang sombong
tersesat dalam kelemahan
tak tahu jalan keluar
selain mengangkat diri sendiri

september 2008, 25

aku melihatmu lagi

Aku melihatmu lagi.

Dari jauh, ku berdiri di sisi pintu ruangan. Di tengah keramaian kawan, rekan. Di atas langit yang berawan.

Kau pindah ke dalam ruangan. Melewatiku tanpa kata, menatapku tanpa dapat kubaca makna.

Aku mengangkat tangan dan berkata pelan “hai”, tanpa bisa kau dengar.

Kau baca gerak bibirku. Tersenyum kecil.

Aku tetap di dekat pintu. Kau tetap bersama kawan dan rekan.

Kemudian aku berjalan ke ruangan. Menjangkau makanan diujung meja. Kulihat kau. Kau lihat aku.

Lalu kau mendekatku, bukan ke arahku. Aku lihat matamu, kita tak saling bicara tak juga basa basi.

Masalalu adalah pembicaraan, percakapan di antara kita, bukan tentang kita. Tak apa-apa semua kehendakmu. Aku takkan jemu. Itulah dirimu. Melodi dan ritme sendirimu, yang aku ikuti dengan seksama. Meski tak pernah bersama.

Keramaian kawan seperti suara-suara lalat hijau yang berterbangan di atas makanan terbuka. Betapa kuingin menghampirimu, dan mengajakmu bicara, apa saja. Tapi kupandangi saja dirimu.

Lalu seorang rekan menghampiriku tetap dalam ramainya orang bercakap. Ia menyapaku apakabar, kerjadiman sekaran. Kujawab basabasi santun itu sederhana, kerja dengan orang pintar. Ia tersenyum lalu kita larut dengan segala berita tentang kantor tempatmua yang menjadi terdepan. Betapa kuingin berhenti bicara dengannya dan menghampirimu disudut sana, di antara tokoh publik, orang terpilih.

Ingin sekali mengajakmu pergi dari keramaianmu yang sepi. Tak hendak meluluhkan jatimu yang bercitra tinggi. Tak jua membuatmu grogi. Aku hanya bisa memandangimu dari jauh. Suara rekan bicara tak mengena dikepala. Ah betapa kegagahanmu menawan hatiku. Ingin sekali kumintamu sejenak berbagi waktu, untukku, untukmu, dan sedikit kita. Tak apa jika kemudian kau lupa.

Semua jadi percuma, aku aku tak kesana, kau tak kemari.

Tapi mimpi ada disini, dihati dan dipikir. Aku pandangi kau dari jauh. Kau sesekali melihatku.

Lalu, di antara gerak-gerik aku yang terbata. Senjata media tersedia. Tombol teks dan nomor membimbingku padamu, “I wish you happy, I hope sometime you will see me again” . Meski tak pernah terbalas, sms mengantarku padamu, membawaku pergi dari sini, pergi darimu cepat.

Kau mengangkat tanganmu, mulutmu bicara, seperti memanggil namaku, tak kudengar. Aku pergi. Selamat bertemu lagi kekasih, aku ada selalu di depan.

memandang jauh

Aku datang padamu saat kau duduk di tepi jembatan, sendiri. Kubawakan kau termos berisi kopi dan kue. Kuhadirkan senyum dan cinta. Kau tak menoleh. Tatapanmu jauh ke ujung sungai. Hati tertambat padamu, turut membisu. Llau kuraba lenganmu. Kau menoleh, tatapanmu sedih sunyi. Pandanganmu kembali ke ujung sungai lalu akupun memandang kejauhan di antara air sungai dan pepohonan rimbun. Ingin kukatakan kuat-kuat, kembali!!! kembali padaku.Jangan pernah pergi dari cintamu. Tapi kata-kataku mengendap di antara otak dan nurani. Bibirku tak kuat berucap. Tenagaku seakan lenyap di antara belukar dan mobil-mobil yang lewat. Kapankah waktuku memelukmu lagi. Kapankah waktuku mencumbumu lagi. Lalu aku tersadar waktu. Kapan tak boleh hadir. Dulu hanya kini yang menjadi. Esok adalah aku dengan segalamu yang terindah dan tersedih. Namun aku masih ingin berkata, aku ingin mendengar. Tapi kau tetap bisu, dan aku tak berucap. Lalu ia datang padamu. Aku hanya menatap kau dan dia. Kau menoleh lagi padaku. Tak kulihat matamu, aku tetap berdiri di tepi jembatan. Ia lalu berkata akan mengajakmu pulang. Aku hanya tersenyum kecut, dalam hatiku berkata ‘ya, pulanglah kalian yang sudah punya rumah. Lalu aku memandang jauh ke ujung sungai, lama, entah sampai kapan. 9 sept, 2008, umi lasminah, jakarta

INI INDONESIA

INI INDONESIA

Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:

Indonesia adalah:

orang-orang;

bangsa, suku;

warna-warna kulit;

jenis-jenis rambut;

berbagai bentuk hidung;

beragam bentuk rahang;

bermacam kelopak mata;

tak sama, tak beda

tak apa-apa

itulah Nusantara

Indonesia adalah:

orang-orang beradab

berpakaian, berbaju, berkain

rumbai-rumbai, kebaya, koteka,

kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban,

berlipat, longgar, ketat,

tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat

warna warni, panjang, pendek, sedang

tertutup, terbuka

berbeda bersama

tak apa-apa

menjadi, membagi, biasa

itu Nusantara

Ini adalah Indonesia

Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar

di kota Terbesar

Ini adalah Indonesia

Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza

langgar, mesjid, pesantren

antara

pura dan kuil-kuil

tak sedikit tak banyak

tak apa-apa

Tuhan Maha Esa Memberinya

Negara Satu di Nusantara

Ini adalah Indonesia

ramah sapa, gotong royong

cinta dan hormat sehari-hari

tak pura-pura, tak tulus

tak apa-apa

berlebih doa dari hina

Ini adalah Indonesia

dijajah pernah, ditindas sudah

saat tak punya apa-apa

dari penjara duka dibuang

tercatat data terungkap fakta

pidato,

bambu runcing,

dan kertas perjanjian

memimpin bangsa pendiri negara

bersama rakyat bersama tentara

darah membasuh tanah Merdeka

susah senang jadi Negara

itulah Indonesia,

dari tiada

menjadi ada

tak apa-apa menderita

harap Merdeka jadi bahagia

Ini adalah Indonesia

BBM naik harga naik

orang muda berguguran

pengangguran

kemiskinan

itu belum apa-apa

Inilah Indonesiaku,

Inilah Indonesiamu,

Itulah Indonesia Kita, cinta kita

Siapa berani menggantinya

Mari hadapi sama-sama

Indonesia Kita, Tanah Air Beta

Bhineka Tunggal Ika perekatnya

Pancasila penjaganya

Ada dihati, jati dijiwa

Menghalau dusta sama-sama

ubah ragam jadi seragam

Passion Run Life

Passion Run Life

Should life full of passion

Shall happiness tide your energy

For unknowing place and mistery feeling

Embrace passion to lead your beat

You might suprise yourself with burst of laugher

umi lasminah 20 June 2008

You the unknown singer

though you haven’t got any hit song

your place.had always be at top of my chart

though you haven’t had any album

your voice have been an album of this year

in my heart your unrecord album is the best record of the year

i didn’t know your name

didn’t know where you live,

your shadow linger

crave me just to come

just sit in there and looking at you

looking at your eyes

wondering

imagining

and continuing smile

(what a love is but…)