Perjumpaan
Perjumpaan berkali-kali bisa tak berarti. Ketika aku tak tahu siapa dirimu. Tak juga kenal kamu. Kita hanya nama-nama. Belum manusia, hanya identitas sederhana: nama. Walau kutahu namamu, kau tahu namaku. Kita baru saja saling memanggil, dan menyapa. Kita baru saja saling mengenal. Entah berapa pertemuan kita lalui namun kubaru panggil namamu, kau sebut juga namaku sesaat lalu. Apakah kau menyebut nama lengkapku? Apakah kau tahu…Kusendiri baru tahu nama lengkapmu, nama seorang tokoh media online yang terkenal…bahkan nama mitologi di suatu negeri yang sedang rapuh…
Tak apa. Perjumpaan itu laksana pintu pesawat ulang alik menuju suatu perjalanan dengan desain sempurna, namun tak tahu bagaimana perjalan akan terlalui atau berakhir. Penuh misteri. Suatu undiscovery journey.
Perjumpaan denganmu jauh, tak penuh. Perjumpaan dan perjumpaan lewat, tanpa kesan, tanpa sensasi, hingga pada perjumpaan tertentu, suatu saat tertentu sesuatu menarikku padamu. Pada dirimu. Entah apa. Ah pesona dan amarah yang manis.
Perjumpaan penuh kesan itu akhirnya menjajah pikiran, menguasai perasaan. Jumpa yang sekali tersebut, dapat menciptakan sensasi-sensasi tersendiri dirimu. Nuansa angkasa, bumi dan semesta menjadi mempesona.
Seakan dirimu hadir menggandakan diri. Ada diberbagai tempat dalam satu waktu sekaligus. Suatu ketika kau berada di dekatku. Lalu dilain waktu aku lihat diriku bicara denganmu. Lalu ditempat lain kau jauh.
Seakan tak ada perpisahan. Permasalahan manusia adalah manusia sulit berpisah dengan yang lain ketika manusia lain telah masuk ke dalam hati dan pikirannya.
Perjumpaan. Betapa luar biasa kekuatanmu mempengaruhi semua manusia didunia. Perjumpaan membuat manusia berkembang biak, berpasangan, bahagia dan menderita.
Perjumpaan adalah tradisi paling hakiki dan sederhana dari hubungan manusia. Yang kini telah telah hampir hilang nilainya.
Perjumpaan denganmu adalah kisah laksana kilat. Sekejap, sekelebat. Entah apakah kilat itu menyambarmu, atau menyambarku. Yang pasti kilat itu telah menyambarku dan meninggalkan bekas.
Perjumpaan adalah kelemahan manusia. Itu adalah bagian dari keterikatan manusia pada materi, matter. Spirit is the highest grade, but somehow human need matter, if you are just human, not super human.
Im just human, I need to see you, in another Perjumpaan.…
@UmiLasminah GGreek
Filed under: Inspirations | Leave a Comment »